PINANGKAMPAI.COM, BENGKALIS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis memanggil jajaran manajemen PLN dari Rayon Bengkalis, Rayon Duri dan Rayon Dumai dalam rapat pembahasan tarif listrik, Selasa (16/6) pagi.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Syahrial Basri terang-terangan menyebut tarif listrik saat ini ‘Gila-gilaan’ dan terkesan memberatkan masyarakat dan pengusaha kecil.

“Gila-gilaan tarif listrik yang harus dibayarkan masyarakat, ada apa ini? Apa sebabnya?,” tanya Basri kepada para manajemen PLN yang hadir dalam rapat tersebut.

Basri menilai, kenaikan tarif yang dibayarkan sangat mendesak dan tidak pro-rakyat. Di tengah keterpurukan ekonomi, Basri menilai PLN ikut-ikutan menambah beban ekonomi warga yang terdampak mahalnya jumlah tagihan listrik yang harus dibayarkan.

“Apakah ini juga disebabkan human error? Tolong ditindaklanjuti lah,” singgungnya.

Ia pun mendesak PLN untuk segera melakukan investigasi di lapangan guna sesegera mungkin mencari tahu sumber masalah tingginya cost atau pembayaran pemakaian listrik di tengah masih berlangsungnya pandemi Coronavirus (Covid-19).

“Apakah karena faktor human error, atau karena kerusakan sistem? Tolong ditanggapi, karena tagihan listrik saat ini sangat tidak wajar,” bebernya.

Selain investigasi lapangan, Basri juga meminta manajemen PLN untuk segera mendatangi pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik, menenangkan dengan mmemberi penjelasan dan memberi solusi penyelesaian masalah tersebut.

“Kami juga meminta agar PLN memperbaiki pola komunikasinya dengan masyarakat, agar tidak timbul keresahan ditengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang kondisinya sedang susah, menjadi makin resah karena pihak PLN susah dihubungi. Harus lebih dekat lah dengan warga,” sindirnya.
Menanggapi hal itu, manajemen PLN yang hadir menepis issue kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

“Tidak benar adanya kenaikan tarif listrik atau subsidi silang yang menyebabkan tagihan listrik membengkak,” kata seorang manajemen yang hadir dalam rapat itu.

Pengelola sumber daya kelistrikan itu juga menyebut bahwa pihaknya sangat memahami keresahan di tengah masyarakat terkait fenomena kenaikan tagihan listrik ini, oleh karenanya PLN akan segera terjun ke masyarakat guna meredam keresahan yang ada.
“Memang setelah melakukan verifikasi, kita banyak menemukan faktor human error dalam persoalan ini. Oleh karena itu kami akan melakukan komunikasi dengan pelanggan untuk memberi solusi,” pungkasnya.