PINANGKAMPAI.COM, BATHIN SOLAPAN – Masih dalam situasi pencegahan menularnya wabah Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19), jajaran medis di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan kembali melakukan terobosan.

Seperti diakui Kepala UPT Puskesmas Sebangar, Prismi, SKM bahwa setiap warga yang hendak memeriksakan kesehatannya wajib mengenakan masker. Bagi siapa saja yang datang tanpa mengenakannya, petugas tidak akan memberi penanganan.

“Wajib masker, kalau tidak ya kita anjurkan pakai masker dulu baru datang lagi untuk berobat,” kata Prismi kepada pinangkampai.com, Kamis (14/5) siang.

Pris menjelaskan, dalam keadaan emergency, setiap pasien yang datang tanpa mengenakan maskser mendapat dispensasi secara langsung oleh petugas dengan memberikan lembaran pelindung saluran pernapasan gratis yang masih tersedia sebagai stok di tempat tersebut.

“Stok masker kita terbatas, hanya diberi dalam keadaan terdesak saja. Untuk warga dengan perobatan atau keluhan penyakit non-emergency, kita anjurkan untuk memakai masker sendiri,” katanya menerangkan.

Selain wajib masker, lanjutnya, penerapan wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah mendapatkan penanganan medis juga diberlakukan bagi setiap warga yang datang ke Puskesmas yang terletak di Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan itu.

Satu set wadah pencuci tangan pun disediakan khusus bagi setiap warga yang datang, setiap penerapan program itu diberlakukan sebagai tindak pencegahan menyebarnya Covid-19 di lingkungan fasilitas kesehatan.

Wadah mencuci tangan di UPT Puskesmas Sebangar

“Ini juga sebagai bentuk dukungan kita terhadap imbauan pemerintah yang sedang gencar-gencarnya dalam menanggulangi wabah Covid-19, selain wajib masker dan mencuci tangan, penerapan Social-Physical Distancing juga diberlakukan,” imbuhnya.

Disinggung terkait adanya salah satu UPT Puskesmas yang reaktif Covid-19 hasil rapid test puluhan perawat di dalamnya, Prismi enggan berkomentar. Ia hanya menerapkan program terbaik dalam pencegahan dan pemberantasan wabah mematikan itu di lingkungan tugasnya.

“Kita jadikan pengalaman saja, atas kasus itu kita harus lebih memperketat pencegahan. Salah satu caranya, maksimalkan penggunaan alat pelindung diri (APD),” pungkasnya menyarankan.