PINANGKAMPAI.COM, RIAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, pada tahap awal ini disebut mengajukan peminjaman tiga unit Helikopter untuk pencegahan dan pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Peminjaman itu dilakukan setelah ditetapkannya status siaga darurat Karhutla di Bumi Lancang Kuning.

Kepala BPBD Riau, Edward Sanger mengatakan, tiga unit helikopter tersebut akan digunakan untuk kegiatan water boombing sebanyak dua unit dan satu unit untuk patroli titik panas.

Dia menegaskan, helikopter tersebut akan dikirimkan ke Riau dalam waktu dekat, untuk kemudian mulai dioperasikan.

“Jadi untuk tahap awal ini kami ajukan peminjaman tiga helikopter dulu, atau sesuai kebutuhan saat ini. Helikopter tersebut akan digunakan untuk water boombing dan patroli udara,” kata Edward, Rabu (17/2).

Selain pengajuan peminjaman helikopter, lanjutnya, pihaknya juga sedang menjalin komunikasi dengan pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau memprogramkan hujan buatan.

“Selain helikopter, saat ini kita juga sedang mengusahakan untuk pesawat TMC. Karena saat ini masih memungkinkan untuk dilakukan TMC, terutama di daerah-daerah yang sudah tergolong rawan kebakaran,” ujarnya.

Sampai kini pula, masih kata dia, Provinsi Riau telah dan masih tergolong dalam wilayah rawan api. Oleh karena itu, segala upaya dilakukan untuk semaksimal mungkin mencegah dan mengendalikan amukan sijago merah.