PINANGKAMPAI.COM, DURI – Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Muhammad Rusydy, Lurah Air Jamban Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si dan ratusan aparatur sipil negara (ASN) lainnya resmi menerima vaksin COVID-19, Rabu (7/4).

Giat vaksinasi itu dilaksanakan di balai pertemuan Bathin Betuah, Komplek Kantor Kecamatan Mandau, jalan Jenderal Sudirman, Duri, Kabupaten Bengkalis.

Pemberian vaksin dilakukan oleh vaksinator terlatih dari UPT Puskesmas Duri Kota. Adapun jumlah penerima vaksin sebanyak 120 orang ASN dari lingkungan Pemerintah Kecamatan Mandau dan UPT yang ada di wilayah itu.

Langkah awal, Riki menjadi penerima vaksin perdana yang diperiksa kesehatannya. Setelah dinyatakan lolos screening dan disebut boleh diberi dosis vaksin, sang pemimpin Kota Minyak itu pun menyingsingkan lengan bajunya dan disuntikkan vial vaksin COVID-19.

“Alhamdulillah, saya sudah menerima vaksin COVID-19 tahap pertama. Untuk dosis tahap keduanya diberikan dalam rentang waktu 14 hari setelah hari ini,” kata Riki Rihardi, Camat Mandau.

Menyusul kemudian, Muhammad Rusydy dan Zama Rico pun ikut serta sebagai penerima dosis vaksin setelah sang Camat. Berlandaskan protokol kesehatan, satu persatu ASN ini disuntik vaksin tersebut.

“Kita warga negara yang baik dan sekaligus contoh bagi masyarakat. Kita harus ikut serta dan mendukung penuh program pemerintah dalam mengentaskan wabah pandemi COVID-19 ini. Salah satu caranya, dengan menerima vaksin dan senantiasa menjalankan protokol kesehatan,” kata Zama Rico.

Terpisah, dr. Syafrida Anggie Siswelli, Kepala UPT Puskesmas Duri Kota menyebut, pemberian vaksin ditujukan agar tubuh bisa merangsang kekebalan tubuh dengan sendirinya, seiring disuntikkannya vaksin tersebut ke dalam tubuh si penerima.

Secara alami, kata dia, tubuh akan merespon vaksin itu dan kemudian membentuk kekebalan tubuh dengan memproduksi anti bodi yang tentunya cakap untuk mempertahankan daya tahan atas serangan wabah mendunia ini.

“Tubuh akan merespon dan memproduksi anti bodi secara alami. Jadi, kita kekebalan tubuh kita bisa lebih baik,” kata dr. Anggie, sapaan akrabnya.

Meski telah divaksin, sambung Anggie, setiap penerima vaksin maupun masyarakat luas harus tetap dan wajib menjalankan protokol kesehatan dengan telaten.

“Vaksin memperkebal tubub dari dalam. Sementara, masker dan protokol kesehatan lainnya itu melindungi kita dari luar terhadap serangan virus. Jadi, 3M atau 5M-nya harus tetap dijalankan. Atau minimal pakai masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta kontak fisik,” sarannya.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh ASN yang hadir kala itu masih menunggu antrean guna kepentingan vaksinasi. Seraya itu, para vaksinator pun terus memeriksa kesehatan para penerima vaksin, untuk memastikan bahwa tubuhnya bisa menerima dosis vaksin COVID-19.