PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan PT Astra Intenational secara resmi menggelar Safari Jurnalistik Perdana tahun ini, pelaksanaannya digelar di lantai 4 Sekertariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers dan diikuti oleh lebih dari 300 orang peserta dari penjuru pelosok nusantara secara daring, Rabu (13/10).

Direktur Safari Jurnalistik PWI Pusat, Ahmed Kurnia Soeria Widjaja mengatakan, Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat bagi anggotanya dan untuk kali ini pelaksanaanya agak berbeda karena dilakukan dimasa pandemi.

“Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler yang difokuskan pada pengenalan perkembangan jurnalistik, baik regulasi maupun teknologi dan ini dilakukan disaat Pandemi jadi kita lakukan secara daring dan untuk tahap perdana ini di ikuti oleh 300 peserta,” jelas Ahmed.

Dalam Safari Jurnalistik yang digelar kali ini, PWI Pusat menghadirkan Dahlan Iskan Mantan Menteri BUMN yang juga dikenal sebagai tokoh fenomenal di dunia jurnalis sebagai narasumber.

Mengangkat topik “Model Bisnis Media dan Masa Depan Profesi Wartawan”, pelaksanaan acara itu dilangsukan secara daring (dalam jaringan/ online). dDalam paparanya Dahlan Iskan mengatakan saat ini jurnalistik berkembang sangat pesat, seiring berkembangnya teknologi dan juga dengan kehadiran platform lain yang semakin banyak sehingga mau tidak mau kita harus tampil kreatif dan inofatif.

“Tentunya, salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah dengan mengikuti kemajuan dunia digital. Hal yang terpenting dalam menghadapi revolusi digital saat ini adalah melakukan yang harus dilakukan, tanpa adanya keraguan atau ketakutan akan kegagalan,” ungkap Dahlan membuka perkuliahan online awak media dari berbagai penjuru negeri.

Dahlan menambahkan, keberanian dalam melakukan apa yang harus dilakukan tentunya adalah kunci utama dalam melakukan suatu perubahan demi menghadapi revolusi digital yang kapan saja bisa membuat industri media hancur.

Saat ini pelaku industri media massa harus melakukan digitalisasi yang total dan berani, namun tidak melanggar kode etik dan kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah ditetapkan. Namun hal ini tetap tidak menjamin akan masa depan media karena sangat sulit untuk diramalkan apalagi saat ini ditengah pandemi COVID-19 yang melanda bangsa ini.

“Harus berani berevolusi tanpa harus melanggar kaidah atau kode etik jurnalis itu sendiri,” tegas mantan Menteri BUMN itu.

Melanjutkan perkuliahan, Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat, Atal S. Depari juga menyampaikan bahwa kegiatan Safari Jurnalistik perdana 2020 ini merupakan agenda rutin PWI untuk menambah wawasan wartawan mengenai jurnalistik, juga mengenai kode etik serta pers di era konvergensi media.

Dia berpesan, para jurnalis untuk terus menjaga profesionalisme dalam bekerja, apalagi tahun ini diperhadapkan dengan tahun politik ini.

“Apa yang di dapatkan di kuliah Safari Jurnalistik ini, penting untuk menjadi pegangan bagi kita sebagai jurnalis. Dalam menyajikan berita ke masyarakat itu harus berpijak pada ada kesadaran, baik hukum, undang-undang pers dan kode etik,” papar Atal.

“Jadi tingkatkan juga pengetahuan dan keterampilan, jurnalistik dalam program Sekolah Jurnalistik,hal ini juga menuntut agar Wartawan Inodonesia lebih profesional, berwawasan dan beretika,”  ujar Bang Atal sapaan Ketum PWI Pusat ini.

Sementara itu Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana Soebroto turut menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalis PWI.

“PWI merupakan pemangku kepentingan yang strategis bagi PT Astra Internasional, dukungan kami ini merupakan bentuk komitmen PT Astra Internasional untuk ikut meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia,” papar Boy Kelana, sapaan akrabnya.

Dalam kuliah safari Jurnalistik Perdana ini, turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Nurjaman Mochtar ,Wabendum PWI Pusat Dar Edi Yoga serta Pengurus PWI Pusat lainnya.

Mengasah kemampuan, ilmu dan pemahaman tentang pentingnya profeaionalisme jurnalis, seorang reporter media pinangkampai.com yakni Junedy Bresly juga ikut berpartisipasi dalam kuliah online nan kental dengan ilmu pengetahuan di bidang jurnalistik.