PINANGKAMPAI.COM, DURI – Satuan Tugas (Satgas) Sampah dalam beberapa waktu terakhir nyaris tak lagi terlihat aksinya, jajaran bentukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis ini harusnya disibukkan atas persoalan sampah.

Akan tetapi, keberadaannya memang tak terlihat lagi. Alhasil, cukup banyak tempat pembuangan sampah (TPS) Ilegal alias liar di sepanjang jalan Jend. Sudirman dan jalan Hangtuah, Kecamatan Mandau, Duri.

Ya, sampah tak lagi dibuang pada kabin atau bak penampungan. Namun serakan bahkan tumpukan sampah kini berada di hampir sepanjang jalan. Fungsi pengawasan dan penindakan yang seharusnya dilakukan oleh sang Satgas kini tak nyata, semua bak bayangan kosong dalam jabatan resmi.

Beberapa waktu lalu, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si sempat dipertanyakan tentang hal ini. Ia tak menepis, ia memang mengakui adanya keberadaan Satgas Sampah bentukan DLH yang ditugaskan di Mandau, Duri.

“Ada bang, ada. Untuk Mandau saja ada 20 orang Satgas Sampah, harusnya mereka yang menyadarkan warga untuk lebih taat membuang sampah di bak-bak penampungan, bukan di sembarang tempat,” kata Riki Rihardi, Sabtu (26/12) sore.

Namun faktanya, ungkap dia, kini cukup banyak titik lokasi pembuangan sampah ilegal di Duri. Sempanjang sisi bahkan di tengah ruas jalan kini jadi spot terbaik warga membuang limbah rumah tangganya, minim pengawasan dari tim Satgas membuat kebiasaan buruk itu kian menjadi.

Riki pun menyayangkan, Wajah Duri sang penghasil Minyak Bumi itu kini dihadapkan dengan serakan dan tumpukan sampah di sembarang tempat. Estetika kota seketika berubah menjadi kumuh, berbau tak sedap dan penuh lalat.

“Belum lagi banyak laporan dari warga yang masuk ke kita, banyak keluhan. Halaman rumah mereka dijadikan TPS ilegal, seharusnya kan Satgas Sampah yang bekerja. Bila perlu kejar si pembuang sampah itu, disiplinkan mereka untuk membuang (sampah) di kabin penampungan,” serunya.

Hingga pagi ini, hal serupa masih terpantau. Tak jauh dari hari sebelumnya, TPS Ilegal masih saja terpantau. Sampah ‘Every Where!’. Begitulah sekiranya gambaran wilayah eksotis penghasil bahan bakar fosil ini.

Namun lagi-lagi, saat dipertanyakan terkait keberadaan dan fungsi nyata dari Satgas Sampah bentukan DLH, Riki berang, menggeleng dan menghela napas.

“Mereka ada 20 orang dalam tim Satgas Sampah untuk Mandau, harusnya wilayah ini bersih akan kehadiran mereka. Tapi, inilah faktanya. Sampah masih menjadi keluhan masyarakat,” sesalnya.

“Kepada Bapak/Ibu DLH Bengkalis, tolong lah evaluasi kinerja Satgas Sampah ini. Kalau tak layak dan tak mampu bekerja, segera ganti. Kita butuh tim yang solid dan bertanggung jawab, bukan hanya orang dengan jabatan tapi tanpa aksi. Tolong segera ditindak lanjuti harapan kami,” pintanya.

Di kesempatan lainnya, Riana (32) warga Kelurahan Air Jamban ini juga mengaku kesal. Ia berang halaman rumahnya kerap dijadikan warga nakal membuang sampahnya.

Di siang menjelang sore hari, halaman rumahnya selalu bersih. Namun malam menjelang dini hari, cukup banyak orang yang meletak bungkusan sampah di depan huniannya. Bahkan sampah berbau amis membuatnya sangat kesal, belum lagi kehadiran ribuan lalat yang hinggap di sampah itu.

“Ini kan sama saja mengundang penyakit, banyak lalat yang datang ke rumah saya hanya karena banyaknya sampah yang dibuang sembarangan. Halaman rumah saya bukan tempat sampah! Tolong jangan sembarangan. Mohon kepada pihak terkait segera lah bertindak, jangan sampai warga yang ambil tindakan,” tegas Riana.