PINANGKAMPAI.COM, DURI – Sekitar enam orang santri yang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren (Ponpes) daerah Magetan, Provinsi Jawa Timur akhirnya tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau, Duri Sabtu (16/5).

Keenam santri itu diketahui merupakan warga Kecamatan Pinggir, para santri yang telah bertolak dari Magetan itu dibawa ke Duri oleh petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis didampingi petugas puskesmas terkait.

Enam warga Pinggir itu terdiri dari empat santri dan dua santriwati. Keenamnya dibawa ke Duri untuk dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel swab. Pengambilan swab dilakukan untuk mendeteksi paparan Pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19) yang sebelumnya juga telah menjangkiti belasan warga dan santri lainnya yang juga termasuk dalam klaster Ponpes Magetan.

“Benar, ada enam santri dan santriwati yang dibawa untuk diambil swabnya. Masing-masing warga Kecamatan Pinggir dan dibawa langsung oleh petugas dari Dinkes Kabupaten,” kata Direktur RSUD Mandau, dr. Sri Sadono diwakili Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas), Iwan Ridwan melalui Staff Laboratorium khusus penanganan sampel swab, Ismaini, Sabtu (16/5).

Is sebagaimana akrab disapa menyatakan bahwa empat santri dan dua santriwati itu telah diambil swabnya atas instruksi dari Dinas Kesehatan Kabupaten, pengambilan sampel dilakukan sebagai penelusuran luas paparan Covid-19 pada santri dan santriwati Magetan itu. Keenamnya tampak masih berusia muda, warga Kecamatan Pinggir yang masih berstatus pelajar itu dibawa beberapa petugas berseragam lengkap dalam penanganan dan pencegahan Pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).

“Mereka diperiksa dan sudah diambil swabnya. Mereka dirujuk dari Puskesmas wilayah masing-masing, jadi status kita hanya untuk mengambil sampel swab saja,” ungkapnya.

Dipertanyakan terkait hubungan muda-mudi tersebut masuk dalam golongan kontak erat pasien positif Covid-19 dari cluster (klaster, red) Magetan, Jawa Timur, Is mengaku tidak mengetahui dan hanya mendapat instruksi untuk melaksanakan pengambilan sampel swab.

“Kan RSUD jadi pusat rujukan pengambilan swab, karena di kita ada dua petugas lab yang sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk itu. Jadi hanya menjalankan apa yang diinstruksikan saja,” imbuhnya.

Di lokasi, para pemuda yang diduga merupakan hasil tracking contact atau penelusuran dari pasien positif Covid-19 klaster Magetan oleh Dinkes Kabupaten Bengkalis itu tampak mengenakan pakaian khas santri pondok pesantren.

Seluruhnya pun dilakukan pengambilan sampel lendir dari rongga hidung dan tenggorokan untuk kemudian dikirimkan ke Laboratorium Biomolekuler di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Provinsi Riau untuk tahap pengujian.

“Setelah diambil, tadi orang-orang dari Dinas Kesehatan yang langsung membawa enam sampel itu ke Pekanbaru. Intinya pengambilan sampel swab sudah dilakukan,” pungkasnya.