PINANGKAMPAI.COM, DURI – Seorang Ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis terpaksa harus berurusan dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lantaran menuding jajaran di dalamnya menyebar informasi palsu alias Hoax.

Adalah MA, wanita berkaca mata itu tampak tak berkutik atas ulahnya sendiri. Ia disebut menyebarkan kabar yang meresahkan di kalangan masyarakat, lewat akun sosial medianya di WhatsApp (WA) Messenger.

Direktur RSUD Mandau, dr. Sri Sadono, M. Han, melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Pemasaran, dr. Rangga membenarkan hal itu. Ia mengatakan bahwa MA di pesan WA-nya menuding bahwa RSUD Mandau telah menyampaikan berita palsu terkait Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19).

“Dalam postingan atau pesan di WA beliau disebut bahwa informasi seputar Covid-19 merupakan suatu kebohongan yang bertujuan untuk membuat masyarakat panik. Tentu hal ini sangat meresahkan, karena masyarakat bakal merespon negatif atas kinerja kita selama ini dalam menangani pasien,” kata dr. Rangga, Selasa (30/6) pagi.

Kabar yang disiarkan MA bahkan semakin meresahkan lantaran ia mengaku bahwa anaknya juga bekerja di fasilitas kesehatan tersebut dan seolah turut memperkuat bahwa informasi seputar Covid-19 yang diterbitkan jajaran RSUD Mandau adalah suatu kebohongan publik.

“Kata beliau, anaknya juga kerja di RSUD Mandau. Seolah memperkuat bahwa info seputar Covid-19 itu benar-benar hoax. Nah, ini kan bisa menggiring opini masyarakat ke arah yang salah. Makanya kita luruskan persoalannya,” ungkap dia.

Informasi MA itupun semakin menyebarluas, berbagai statement negatif pun berkembang tanpa kendali.

Sebagaimana dihimpun tim pinangkampai.com, kabar serupa pun kerap muncul di linimasa Facebook yang menyatakan bahwa pemerintah atau oknum tertentu sengaja menyebar hoax, guna memperkeruh suasana.

Tak lama, tepatnya pada Senin (29/6) lalu MA pun mendatangi RSUD Mandau untuk mempertanggung jawabkan ulahnya sendiri. Di hadapan para petugas dan staf yang ada, serta dihadapan petugas kepolisian dari sektor (Polsek) Mandau MA pun menyuarakan permintaan maafnya.

“Semalam MA datang untuk mengklarifikasi, beliau minta maaf secara langsung kepada jajaran di RSUD Mandau. MA datang karena resah atas informasi palsu atau hoax yang dibuatnya sendiri. Beliau sudah meminta maaf dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” tegasnya.

‘Saya Mohon Maaf’ begitulah setidaknya ungkapan sesal MA dihadapan jajaran yang hadir saat itu. Rangga pun menyebut bahwa MA juga menyampaikan bahwa sang anak sudah tidak bekerja di RSUD Mandau sejak Januari 2020.

Atas hal itu, ia pun kembali menghaturkan permintaan maaf dihadapan para saksi saat itu.

Menanggapi permintaan maaf MA, Direktur RSUD Mandau pun berpesan agar ia dan masyarakat Mandau secara umum bisa lebih cermat dan hati-hati dalam menggunakan sosial media.

“Kedepan setiap dari kita harus lebih bijak dalam menggunakan sosial media, terlebih dalam hal menyebar suatu pemberitaan. Jangan sampai postingan kita sendiri membuat keresahan, harus lebih hati-hati,” sebut dr. Sri sebagaimana disampaikan dr. Rangga.