PINANGKAMPAI.COM, PEKANBARU – Lini masa dunia maya di wilayah Provinsi Riau sontak geger dengan undangan peresmian jalan tol seksi Pekanbaru-Dumai yang beredar luas, bak tidak terkontrol sebaran undangan itu bahkan menyasar ke beberapa warga di tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan yang disebar dalam pesan berantai dan aplikasi sosial media, Selasa (15/9).

Dalam sebaran itu, termuat undangan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang mengharapkan kehadiran para pejabat, sejumlah tokoh dan awak media dalam peresmian infrastruktur oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Mengharapkan dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada acara peresmian jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai oleh Presiden Republik Indonesia, pada hari Kamis (17/9/2020) berlokasi di gerbang tol Dumai,” sebagaimana tertuang dalam selebaran undangan yang juga diterima redaksi pinangkampai.com.

Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) di Kilometer (Km) 97 | Foto: JB•764

Memastikan kevalidan sebaran itu, tim pun mencoba berkoordinasi dengan Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT Hutama Karya (HK) Muhammad Fauzan. Saat dipertanyakan terkait undangan itu, ia tertegun.

Sang sekretaris perusahaan ternama itu mengaku belum bisa memastikan kebenaran undangan dan kapan peresmian jalan tol Pekanbaru-Dumai (Tol Permai) balak dilangsungkan.

Fauzan mengatakan, terkait beredarnya undangan berisi jadwal peresmian dan siapa yang meresmikan tol Permai itu pihaknya tidak mengetahui dari mana asalnya.

Menurut dia, peresmian baru bisa dipastikan setelah adanya rapat bersama Kementerian Peketjaan Umum dan Permahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

“Biasanya pasti ada rapat, ini kita saja belum ada diundang rapat kok malah sudah mau diresmikan? Jadi kita tidak tahu dari mana asalnya,” kata Fauzan, Selasa (15/9).

Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) di Kilometer (Km) 97 | Foto: JB•764

Namun ia tak dapat menepis bahwa peresmian infrastruktur raksasa itu bakal dilakukan dalam waktu dekat. Adapun dasarnya lantaran telah selesainya seluruh persoalan di ruas tol sepanjang 131 kilometer itu.

Meski demikian, setiap peresmian infrastruktur disebutnya tetap dilakukan setelah adanya undangan rapat bersama kementerian PUPR.

“Untuk rapatnya, kami masih menunggu undangan. Bisa saja besok atau kapan, belum pasti. Jadi sebelum ada undangan dari Kementerian PUPR, berarti belum pasti,” ungkap Fauzan.

Ia pun mengatakan bahwa peresmian di masa pandemi Coronavirus (COVID-19) tetap dilakukan dengan patokan protokol kesehatan, dengan demikian peresmiannya mendatang disinyalir terbatas guna mengurangi keramaian di lokasi.

“Selain itu, semua undangan wajib dinyatakan sehat. Tak bisa ramai-ramai untuk mencegah penularan COVID-19, peresmiannya akan dilakukan ekatra ketat. Tapi pelaksanaannya, masih belum pasti,” pungkasnya.