PINANGKAMPAI.COM, DURI – Keramaian warga di Kecamatan Mandau, Duri pagi ini terpantau di depan dan di bagian pintu masuk Bank Riau Kepri, jalan lintas Sumatera, Hangtuah, Selasa (19/5).

Puluhan orang tampak telah berjejer sejak pagi tadi, penampakan itu secara jelas menentang upaya pencegahan wabah Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19) yakni Social-Physical Distancing yang akhirnya tidak maksimal penerapannya dengan banyaknya nasabah yang berkumpul di satu tempat.
Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan sejak Jumat (15/5) lalu, kerumunan warga yang seharusnya dicegah malah terpantau biasa saja. Beberapa orang di lokasi menganggap hal itu merupakan fenomena biasa, tanpa mau tahu dengan penerapan pembatasan.

Sebagaimana dianulir dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bengkalis nomor 39 tahun 2020, aktifitas perbankan masih diperkenankan operasionalnya selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah tersebut, akan tetapi aktifitasnya wajib mengedepankan fungsi pencegahan penularan wabah virus mematikan itu.

Akan tetapi, penampakan warga di depan kantor perbankan tersebut cukup getir. Meski kebanyakan warga tampak memakai masker, namun keramaian tersebut sangat dilarang keras dalam regulasi Perbup Bengkalis yang menfamanatkan agar setiap aktifitas masyarakat di luar rumah untuk dapat dikurangi.

“Mau bagaimana lagi? Kami kan sedang urus pencairan bantuan. Besok batas terakhir, tentu kami berebut nomor antrean jadinya,” kata Aini warga jalan Pala, Duri.

“Memang salah, karena protokol pencegahan Covid-19 tidak sesuai dengan keramaian warga. Tapi kami mau bagaimana lagi? Dari pada ketinggalan?” ungkapnya.

Hingga sekitar pukul 09.30 WIB keramaian di lokasi itu dan berbagai kantor perbankan lainnya masih kebanjiran nasabah. Penerapan PSBB seakan tak mampu membendung aktifitas warga di luar rumah, demi memperjuangkan nominal bantuan yang disalurkan pemerintah sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah wabah.

Keramaian bahkan semakin menjadi meski PSBB diterapkan, mungkinkah kejadian serupa tetap dan akan semakin marak terjadi di wilayah yang tengah menerapkan pembatasan? Warga yang mengantre di depan kantor perbankan tersebut pun enggan berkomentar.

“Yang penting bantuan dicairkan dulu lah,” celetup warga di tengah kerumunan tersebut.