PINANGKAMPAI.COM, DURI – Mayoritas warga yabg ada di Kecamatan Mandau, Duri bak mengacuhkan pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Meski paparannya kian menggila, warga yang ada di wilayah itu malah semakin santai.

Bersikap seolah tak terjadi apa-apa, rangkaian protokol kesehatan kerap dilanggar. Tak jarang para personel Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 yang ada di lapangan banyak mendapati warga, maupun pengendara yang beraktifitas di luar rumah tanpa mengenakan masker.

Tak hanya mengabaikan pentingnya penggunaan masker, keheterogenan warga pun kerap berkerumun, mengenyampingkan keharusan jaga jarak, acuhkan physical distancing dan melanggar ragam protokol lain yang seyogyanya diperuntukkan guna menekan angka jangkitan COVID-19.

Keadaan itulah yang akhirnya membuat Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si berang. Bukannya menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik mungkin, kalangan warganya malah semakin santai menjalani hidup tanpa menjalankan imbauan pemerintah.

“Saya sangat menyayangkan sifat acuh warga kita menghadapi COVID-19 ini. Bukannya sadar dalam menerapkan protokol kesehatan, kebanyakan malah sangat santai menghadapi pandemi. Banyak yang tak pakai masker,” kata Riki, Senin (14/9).

Parahnya, lanjut Riki, kalangan masyarakat kebanyakan masih cukup solid menyatakan paparan wabah mendunia itu sebagai dongeng semu penuh kepalsuan alias Hoax. Kabar seputar update COVID-19 pun dianggap sangat meresahkan, meski data yang dipublikasi merupakan fakta sebenarnya.

Camat Mandau Riki Rihardi, didampingi Kapolsek dan Danramil 04/Mandau dalam memantau kedisiplinan warga menjalankan protokol kesehatan guna mencegah jangkitan COVID-19 di Duri | Foto: JB•764

Hal itulah yang disebut sang Camat sangat bertolak belakang dengan kinerja pemerintah Provinsi Riau, Kecamatan Mandau secara khusus yang telah berjuang dalam menanggulangi pandemi menggegerkan itu.

“Pemerintah berusaha maksimal, tapi masyarakat menganggapnya palsu. Hoax! Meresahkan. Lah, itu memang faktanya, apa yang mau dipalsukan? Mau berapa banyak lagi tenaga kesehatan dan warga yang menjadi korban jangkitan virus ini? Apa sesulit itu menumbuhkan sikap disiplin menjalankan protokol kesehatan?,” ungkap Riki.

Ia menilai, kalangan masyarakat baru akan heboh ketika mendapati informasi adanya penambahan kasus pasien positif diwilayah Mandau.

“Pakai masker tidak disiplin, giliran ada yang positif baru panik. Setelah ada yang terjangkit, baru semua heboh. Sudah ada yang terpapar, barulah risau. Kenapa harus ada yang terkonfirmasi dulu baru sadar pakai masker? Sampai kapan protokol kesehatan mau diabaikan?,” cetus Riki menanggapi sikap abai masyarakat.

Penerapan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan di Duri | Foto: JB•764

Guna secepatnya mencegah lonjakan wabah pandemi itu, Riki mengimbau agar seluruh masyarakat bisa lebih peduli dan sadar untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

“Pakai masker, jaga jarak dan jangan berkerumun. Jangan bisanya panik saat ada penambahan kasus positif saja, sebisa mungkin mari kita cegah penambahan kasus dengan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.