PINANGKAMPAI.COM, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, aksi teror di Makassar dan Mabes Polri kian meresahkan. Tindakan yang dilancarkan pun menuai kritik bahkan kutukan.

Hal yang paling mengejutkan, jaringan aksi teror yang ada saat ini disebut mulai merambah lini jaringannya ke lingkungan generadi muda alias Millenial.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono turut menegaskannya. Ia menyampaikan bahwa kelompok atau jaringan teroris yang ada di Indonesia memang mulai menyasar kalangan anak muda dan merekrutnya sebagai anggota.

“Realitasnya, kelompok teror memang sudah menyasar kalangan anak muda. Ini jelas sekali ini perlu kita antisipasi, masyarakatpun kita imbau untuk waspada,” kata Brigjen Pol. Rusdi dalam diskusi daring, Minggu (4/4).

Sebagai dasarnya, yakni insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan aksi teror di Mabes Polri. Kedua pelaku teror di lokasi berbeda ini disebut masih berusia relatif muda.

Atas dasar itu, kata Rusdi, diperlukan persatuan dari kelompok masyarakat untuk dapat melawan narasi ataupun ajaran yang dapat mengarah terhadap tindak pidana teroris.

“Tidak kalah pentingnya dengan situasi kekinian Polri melihat pentingnya persatuan dari kelompok-kelompok moderat, jika tidak bersatu kelompok moderat ini maka kelompok kecil-kecil itu akan menguasai narasi sehingga akan membentuk opini publik yang sangat menyesatkan,” ujar dia.

Polri juga mengajak masyarakat bersama-sama melawan dan menghentikan penyebaran paham radikal di Indonesia.

“Ini perlu sekali, karena permasalahan teror tidak masalah yang enteng. Tetapi masalah yang kompleks sehingga penyelesaiannya bisa melalui bagaimana potensi potensi sumber daya anak bangsa ini bergerak bersama untuk sama sama menghadapi daripada pemahamanan maupun aksi teror yang terjadi di tanah air,” tukas dia.